17 Oktober 2026 | liputanmedia.my.id
[Link Gambar Kondisi Kerusakan Bantaran Sungai]: https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2026/09/20/razia-peti-di-sungai-musi-rawas_43.jpeg?w=700&q=90
Tindakan tegas aparat keamanan dalam memusnahkan rakit dompeng penambang emas liar di perbatasan Musi Rawas mendapat apresiasi luas dari tokoh masyarakat dan warga desa di bantaran sungai. Selama berbulan-bulan, masyarakat mengeluhkan kondisi air sungai yang berubah menjadi cokelat pekat dan berlumpur tebal, sehingga tidak lagi layak digunakan untuk kebutuhan mandi dan mencuci sehari-hari.
Selain hilangnya sumber air bersih, aktivitas sedot pasir dan batu di dasar sungai telah memicu abrasi hebat di tebing-tebing daratan desa. Beberapa titik perkebunan sawit dan karet milik warga yang berada tepat di pinggir sungai dilaporkan mulai longsor tergerus arus akibat struktur dasar sungai yang dihancurkan oleh mesin dompeng tambang liar.
Pemerintah desa setempat bersama pemuka adat mengapresiasi keberanian aparat gabungan yang turun langsung membumihanguskan mesin-mesin rakit tambang tersebut. Warga berharap pos pantau terpadu tetap didirikan secara berkala agar para penambang liar tidak kembali beroperasi saat penjagaan aparat mulai lengah.
Kelestarian sungai dipandang sebagai urat nadi ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat Musi Rawas, sehingga operasi pembersihan aliran sungai ini dinilai sangat vital dalam memulihkan kualitas air dan melindungi tanah perkebunan rakyat dari ancaman abrasi berkepanjangan.
Tinggalkan Komentar
Tinggalkan Komentar & Diskusi
Sampaikan tanggapan, opini, atau diskusi Anda secara santun dan bijak.
Komentar Terkirim