Selasa, 15 September 2026
Portal Berita Indonesia Terpercaya
BREAKING NEWS
■Selamat datang di Portal Berita LIPUTAN MEDIA - Informasi Terpercaya dan Berimbang Seputar Indonesia. ■Fokus Liputan Sumatera Selatan: Pembangunan Infrastruktur Musi Rawas dan Lubuklinggau Terus Ditingkatkan. ■Pantau update perkembangan ekonomi nasional dan stabilitas harga bahan pokok terkini.
SPONSOR / ADVERTISEMENT
Area Banner Iklan 970x90 / 728x90 (Edit melalui Tata Letak > Banner Iklan Header)

Kemarau Panjang di Tugumulyo Musi Rawas, Sekolah dan Warga Berharap Hujan Segera Turun

Gambar Berita
Foto: Dokumentasi LIPUTAN MEDIA / Istimewa

 


TUGUMULYO, MUSI RAWAS —
Musim kemarau yang berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Musi Rawas mulai memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat Kecamatan Tugumulyo. Kondisi lingkungan yang semakin kering, berkurangnya sumber air, serta debu yang mudah beterbangan menjadi persoalan yang mulai dirasakan warga dalam beberapa pekan terakhir.

Situasi tersebut turut dirasakan lingkungan pendidikan. Sejumlah sekolah di Kecamatan Tugumulyo bahkan melaksanakan Salat Istisqa pada Jumat, 18 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar spiritual sekaligus bentuk kebersamaan warga sekolah untuk memohon turunnya hujan.

Pelaksanaan Salat Istisqa dilakukan setelah Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam atau KKG PAI Kecamatan Tugumulyo mengeluarkan imbauan kepada sekolah. Kegiatan dilaksanakan di halaman sekolah maupun lokasi yang digunakan bersama oleh beberapa sekolah dalam satu kawasan.

Sejumlah sekolah di kawasan Srikaton melaksanakan salat secara bersama. Sementara sekolah di wilayah Sidoarjo dan Widodo juga menggelar kegiatan serupa dengan melibatkan guru serta peserta didik.

Bagi masyarakat Tugumulyo, hujan bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan lingkungan. Ketersediaan air memiliki hubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari, termasuk kebutuhan rumah tangga, kegiatan pertanian dan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

Tugumulyo sendiri merupakan salah satu kawasan yang memiliki aktivitas pertanian cukup kuat. Karena itu, perubahan kondisi cuaca menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat yang menggantungkan sebagian aktivitasnya pada ketersediaan air.

Tanah yang semakin kering juga menyebabkan debu lebih mudah beterbangan ketika terkena angin maupun saat kendaraan melintas. Kondisi tersebut dapat mengurangi kenyamanan masyarakat dan menjadi perhatian bagi lingkungan sekolah.

Di tengah kondisi tersebut, aktivitas belajar mengajar tetap harus berjalan. Namun, faktor lingkungan dan kualitas udara menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh sekolah, terutama ketika kondisi udara kurang mendukung kegiatan di luar ruangan.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas juga telah menerbitkan surat edaran mengenai pengaturan aktivitas pembelajaran untuk mengantisipasi dampak pencemaran udara akibat kebakaran hutan dan lahan. Dalam pengaturan tersebut, beberapa aktivitas luar ruangan dapat dikurangi sementara sampai kondisi udara membaik.

Kondisi kemarau juga memiliki kaitan dengan meningkatnya risiko kebakaran lahan. Lahan yang kering lebih mudah terbakar apabila terkena sumber api, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Persoalan air dan pangan juga menjadi perhatian di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Pemerintah Kabupaten Musi Rawas melalui instansi terkait melakukan berbagai langkah untuk menjaga ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.

Salah satu langkah tersebut adalah penyaluran bantuan pangan beras. Untuk Kecamatan Tugumulyo, sebanyak 8.286 keluarga tercatat sebagai penerima manfaat dengan total bantuan mencapai 248.580 kilogram beras atau sekitar 248,58 ton. Penyaluran dijadwalkan pada 19 September 2026.

Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan bagi keluarga penerima manfaat di tengah kondisi ekonomi dan lingkungan yang sedang menghadapi berbagai tantangan.

Selain bantuan pangan, perhatian terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok juga terlihat di kawasan Tugumulyo. Pada 17 September 2026, pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar operasi pasar di Pasar B Srikaton. Sejumlah kebutuhan pokok disiapkan, termasuk beras, telur, gula, minyak goreng dan tepung.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa kondisi kemarau tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat.

Bagi petani, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang harus terus dipantau. Ketersediaan air sangat menentukan proses pengolahan lahan, pertumbuhan tanaman hingga masa panen.

Karena itu, masyarakat berharap hujan segera turun dengan intensitas yang cukup untuk membantu memulihkan kondisi sumber air dan lahan. Namun, masyarakat juga tetap perlu mengantisipasi apabila kemarau kembali berlangsung setelah hujan turun.

Salat Istisqa yang dilakukan di sejumlah sekolah Tugumulyo menjadi bagian dari respons masyarakat terhadap kondisi tersebut. Kegiatan itu juga memberikan pembelajaran kepada siswa mengenai pentingnya doa, kepedulian sosial dan kesadaran terhadap lingkungan.

Di sisi lain, langkah praktis tetap dibutuhkan. Penghematan air, menjaga sumber air, tidak membakar lahan sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api merupakan tindakan yang dapat dilakukan masyarakat.

Sekolah juga memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada peserta didik mengenai dampak kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan. Anak-anak dapat dilibatkan dalam kegiatan sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan, menghemat air dan tidak membuang benda yang dapat memicu kebakaran.

Kondisi Tugumulyo saat ini memperlihatkan bahwa kemarau dapat memberikan dampak yang saling berkaitan, mulai dari lingkungan, pendidikan, pertanian hingga kebutuhan pangan masyarakat.

Hujan yang dinantikan masyarakat diharapkan tidak hanya mengurangi debu dan kekeringan, tetapi juga membantu menjaga ketersediaan air serta mengurangi risiko kebakaran lahan.

Sampai kondisi cuaca kembali normal, kewaspadaan masyarakat tetap diperlukan. Pemerintah, sekolah, petani dan warga perlu membangun komunikasi agar berbagai persoalan yang muncul selama musim kemarau dapat ditangani lebih cepat.

Dengan kebersamaan dan kesiapsiagaan, masyarakat Tugumulyo diharapkan mampu melewati kondisi kemarau dengan tetap menjaga lingkungan, kesehatan serta ketahanan pangan keluarga.

Komentar Pembaca (0)

Komentar

Link berita berhasil disalin ke clipboard!